2/15/11

Liga Bulutangkis China (Chinese Badminton Super League)

Pada Super Liga Bulutangkis China (Chinese Badminton Super League), Lee Chong Wei akan turun bertarung di klub yang sama dengan Taufik Hidayat, Guangzhou Youyu Badminton Club.

2/13/11

5th wedding anniversary (Feb 4th 2011)




Moment



Taufik, Agnes, Greys
Taufik & Lee Chong Wei (Dec 2010 @Malaysia)

Lin Dan, Taufik, LCW

BWF World Ranking (Ranking week : 2011-6)



Men's Singles 

1. [MAS] Lee Chong Wei 
2. [INA] Taufik Hidayat 
3. [CHN] Lin Dan
4. [DEN] Peter Hoeg Gade 
5. [CHN] Chen Long 
6. [CHN] Chen Jin 
7. [VIE] Nguyen Tien Minh  
8. [THA] Boonsak Ponsana
9. [CHN] Chunlai Bao  
10. [CHN] Du Pengyu  

Taufik Sangat Diinginkan di China

JAKARTA, Kompas.com — Taufik Hidayat tetap menjadi satu-satunya pemain tunggal putra Indonesia yang masuk dalam 10 besar peringkat dunia versi BWF, pekan ini.
Taufik yang telah berusia 30 tahun ini berada di posisi dua, di bawah pemain Malaysia, Lee Chong Wei. Sementara pemain China, Lin Dan, berada di peringkat tiga dengan diikuti pemain Denmark, Peter Hoeg Gade.
Pemain Indonesia lainnya yang berada di 20 besar ada dua nama, yaitu Simon Santoso yang berada di peringkat 13, serta  Alamsyah Yunus yang berada di peringkat 18. Sementara pemain harapan masa depan, Dionysius Hayom Rumbaka bertahan di peringkat 21.
Bulan Februari ini merupakan bulan istirahat buat BWF tanpa pelaksanaan turnamen Super Series. Karena itulah, China dan  Indonesia mengadakan turnamen SUperliga yang melibatkan pemain-pemain peringkat dunia, termasuk Taufik di Djarum Superliga Badminton  serta Lin Dan dan pemain China lainnya di Liga China.


Taufik sendiri mengaku juga diundang ikut dalam Liga China, bersama ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan. "Memang berbenturan, tetapi saya tentu lebih mengutamakan Djarum SUperliga Badminton, karena ini jelas akan  berguna meningkatkan  standar permainan para pemain lokal kita yang muda," kata Taufik, Kamis (10/2/2011).
Menurut pengamat olah raga, Fritz E Simanjuntak,  sosok Taufik Hidayat memang sangat dikenal dan "menjual" di China. "Semua pemain bulu tangkis di China mungkin ingin merasakan mengalahkan Taufik Hidayat. Jadi tidak mengherankan kalau dia diinginkan bermain di sana," kata Fritz.
"Saya pernah berkunjung ke sebuah sekolah di pelosok China. Di sana mereka menempel gambar Taufik Hidayat di dinding lapangan bulu tangkis sekolah,"  kata Fritz. "Gambar itu lengkap dengan  keterangan mengenai kelebihan dan kelemahan Taufik. Mereka cuma bilang, kami ingin mengalahkan dia..."

1/21/11

PROTON MALAYSIA OPEN SUPER SERIES 2011 : Taufik Pastikan "All Indonesian Semifinal"

   JAKARTA, KOMPAS.com — Taufik Hidayat memastikan terjadi all Indonesian semifinal di arena Malaysia Terbuka Super Series 2011 seusai mengalahkan pemain Jepang, Kenichi Tago, dengan dua set langsung 21-15, 21-15 di Stadium Putra Bukit Jalil, Malaysia, Jumat (21/1/2011). Dengan demikian, Taufik akan bertemu Simon Santoso yang lebih dulu meraih tiket semifinal setelah mengalahkan Alamsyah Yunus.
   Pertemuan dua pemain Indonesia ini tentu saja tidak diharapkan karena salah satunya pasti tersingkir. Namun, duel ini pun memastikan bahwa satu tempat di final tunggal putra turnamen berhadiah 400.000 dollar AS tersebut menjadi milik pemain Tanah Air.
   Dua pemain Indonesia ini memiliki peluang yang sama besar maju ke partai final. Statistik menunjukkan, rekor pertemuan mereka tidak terpaut jauh meskipun Taufik masih unggul.
   Dari total tujuh pertemuan, Taufik, yang ditempatkan sebagai unggulan kedua, memimpin 4-3. Dalam laga terakhir di Djarum Indonesia Terbuka Super Series 2010, Taufik menang 21-14, 13-21, 21-13.
   Taufik tampil sangat taktis melawan Tago, yang pernah membuat kejutan ketika menembus final All England 2010. Meskipun lawan berusaha bermain agresif, Taufik tetap tenang meladeni permainan Tago, yang mengidolakan dirinya tersebut.
   Tak heran, pada awal pertandingan terjadi kejar-mengejar poin meskipun Taufik lebih sering berada di depan. Namun, selepas skor imbang 13-13, Taufik tak terbendung hingga akhirnya memenangi game pertama dengan 21-15.
   Di game kedua, daya gempur Tago mulai menurun. Ini membuat Taufik semakin mudah mendikte jalannya pertandingan sehingga mantan juara dunia 2005 ini tak pernah tersentuh hingga meraih kemenangan 21-15.
Dengan hasil ini, Taufik memperpanjang rekor kemenangannya atas Tago menjadi 4-0. Tiga pertemuan sebelumnya terjadi pada Piala Thomas 2010 (dua kali) dan Denmark Terbuka Super Series 2010.

1/17/11

"Bulutangkis Peduli Merapi" : Taufik Hidayat


SOLO,


19 Desember 2010 (Dec 19th 2010)



taufik and Tan Joe Hok 



Sebagai info tambahan dalam acara lelang raket, raket Taufik berhasil ditawar sebesar 10 juta-an.
Dan dana yang terkumpul dari pelelangan raket serta sumbangan sebesar Rp. 831.090.000,-

1/6/11

VICTOR- BWF Superseries Finals 2010 : Cedera, Taufik tak Maksimal


ARENAKU.COM – Taufik Hidayat mengalami retak kaki dalam pertandingan babak grup Final Super Series di Taipei, Taiwan, Rabu, sehingga kalah tiga set 18-21, 21-18, 7-21 dari pemain Thailand, Boonsak Ponsana (05-01-2011)
 
Taufik mengatakan, selain lawannya yang bermain bagus, ia sendiri bermain kurang maksimal karena kakinya kurang sehat dalam turnamen yang seharusnya menjadi kejuaraan akhir tahun berhadiah total 500.000 dolar Amerika Serikat (AS) tersebut.
“Saya masih takut-takut mainnya. Tetapi, lawannya juga lagi bagus,” kata Taufik, saat dihubungi usai pertandingan Grup B tunggal putra melawan Boonsak.
Menurut pemain peringkat dua dunia itu, dokter menemukan retak pada kaki kirinya sehinggaharus bermain secara berhati-hati.
Taufik selanjutnya akan melawan pemain China, Chen Long, pada pertandingan Grup B lainnya.