Showing posts with label Asian Games. Show all posts
Showing posts with label Asian Games. Show all posts

11/29/10

Asian Games Pictures

Taufik @ AG Guangzhou 2010

Lin Dan, Alvent, Taufik Hidayat
 
Taufik saat protes AG BUSAN 2002 (Men's Team)

11/20/10

Taufik Hidayat Kecam PBSI

     Guangzhou, Kompas - Taufik Hidayat, Jumat (19/11) di Guangzhou, China, mengecam Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia. Kegagalan hampir semua pemain pelatnas di ajang Asian Games 2010 perlu segera menjadi bahan evaluasi bagi organisasi bulu tangkis Indonesia itu.
     ”PB PBSI perlu melakukan introspeksi, mengapa hal ini sampai terjadi. Lihat siapa yang maju hingga perempat final dan semifinal. Kebanyakan adalah pemain dari luar pelatnas,” ujar pebulu tangkis tunggal putra ini di Tianhe Gymnasium, Guang- zhou, China, seusai dikalahkan Park Sung-hwan asal Korea Selatan, 15-21, 16-21, pada babak perempat final, Jumat.
     Juara Asian Games dua kali berturut-turut ini tampak bermain di bawah kinerja terbaiknya. Berkali-kali ia gagal meladeni permainan bola net. Berulang kali pula ia salah melakukan antisipasi pukulan Park. Bola diperkirakan Taufik keluar di belakang lapangan, tetapi saat hampir menyentuh lapangan, bola ternyata kelihatan akan masuk sehingga Taufik buru-buru memukul bola. Pengembalian semacam ini membuat bola dengan mudah dismes oleh Park.
     Tim bulu tangkis Indonesia terdiri dari pemain yang bergabung dengan pelatnas Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan pemain nonpelatnas. Pebulu tangkis Indonesia yang berhasil maju ke perempat final dan semifinal sebagian besar adalah pemain nonpelatnas, yakni Taufik Hidayat (tunggal putra), Markis Kido/Hendra Setiawan (ganda pu- tra), serta Alvent Yulianto (ganda putra). Pasangan Alvent, Mohammad Ahsan, merupakan pemain pelatnas.
     Ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang merupakan pemain pelatnas kandas di babak kedua. Demikian pula ganda campuran Fran Kurniawan/Pia Zebadiah.
     Di nomor tunggal putri, pemain pelatnas Adriyanti Firdasari tertahan di babak kedua setelah dikalahkan Wong Mew Choo (Malaysia). Maria Febe kandas di babak pembuka.
Dua ganda putri pelatnas, Meiliana Jauhari/Greysia Polii serta Nitya Krishinda Maheswari/ Shendy Puspa Irawati, sama- sama terhenti di babak kedua.
     Di nomor tunggal putra, pemain pelatnas Sony Dwi Kuncoro tidak mampu lolos dari babak pertama. Pebulu tangkis yang baru pulih dari cedera ini dikalahkan Chou Tien Chen asal Taiwan pada babak pertama.
Menurut Taufik, untuk mengikuti ajang multicabang besar, seperti Asian Games dan olimpiade, PB PBSI perlu melakukan persiapan yang lebih baik. Menjalani pertandingan di luar negeri adalah sesuatu yang harus dilakukan guna membuat pemain-pemain pelatnas menjadi lebih siap dan tangguh. ”Pemain jangan latihan terus di dalam negeri. Jangan disimpan terus,” ujarnya.
     Manajer Tim Bulu Tangkis Indonesia Yacob Rusdianto berjanji akan menjadikan hasil Asian Games 2010 sebagai bahan introspeksi bagi PB PBSI dalam memperbaiki sistem pelatnas. ”Dengan apa yang telah kami lakukan selama ini, ternyata hasil yang diperoleh seperti itu. Artinya, ada sesuatu yang kurang,” ujarnya.

11/18/10

Asian Games XVI : Taufik ke Perempat Final

JAKARTA, Kompas.com — Di saat pemain lain bertumbangan, Taufik Hidayat melaju ke babak perempat final tunggal putra bulu tangkis Asian Games XVI, Kamis.

Taufik yang telah memasuki usia 30 tahun ini menyingkirkan pemain asal Sri Lanka, Dinuka Karunaratna, dalam dua game, 21-14 21-9. Dalam pertandingan di Tianhe Gymnasium, Guangzhou, ini Taufik tampil terlalu perkasa buat lawannya tersebut.

Di perempat final, Jumat (19/11/2010), Taufik akan menghadapi pemain asal Korea Selatan, Park Sung-hwan.

Sebelumnya, pemain asal Malaysia, Lee Chong Wei, juga melewati babak 16 besar dengan menyingkirkan pemain asal Hongkong, Chan Yan Kit, dalam rubber game, 17-21 21-9 21-16.

Chong Wei akan bertemu tunggal putra andalan Thailand, Boonsak Ponsana, yang lolos ke perempat final dengan menyisihkan pemain India, Bhat Arvind, 21-19 21-12.

Taufik: Jangan Caci Maki Jika Saya Gagal (Asian Games XVI)

GUANGZHOU, Kompas.com - Pebulu tangkis tunggal putra harapan Indonesia, Taufik Hidayat, meminta agar ia tidak dijadikan sasaran caci maki jika gagal mencapai target mempertahankan medali emas yang diraihnya di Asian Games Doha 2006.

"Saya akan berusaha berjuang semaksimal mungkin, bila gagal jangan dicaci maki," kata Taufik, setelah memastikan melangkah ke babak 16 besar nomor perseorangan Asian Games XVI 2010 di Tianhe Gymnasium Guangzhou, Rabu (17/11/10).

Pada pertandingan tidak berimbang tersebut, tunggal utama Indonesia itu menang mudah 21-16, 21-12 atas pemain Taiwan Hsieh Yu Hsing.

Meski tidak menyebutkan target emas dari bibirnya sendiri, namun pemain kelahiran Pangalengan Kabupaten Bandung itu menyatakan akan berupaya meraih hasil maksimal pada event olahraga tingkat Asia itu.

Taufik merupakan pemegang medali emas Asian Games dua kali berturut-turut yang diraihnya di Asian Games 2002 Busan dan Asian Games 2006 Doha, Qatar.

"Keikut-sertaan di sini jelas untuk yang terbaik, dan terima kasih masyarakat berharap saya bisa meraih kembali medali emas di sini, saya akan berusaha," kata Taufik.

Namun ia mengaku tidak ingin menjadi bahan cacian di Tanah Air bila ia gagal meraih target yang diharapkan oleh publik.

Sebagai anggota Kontingen "Merah Putih", Taufik bertekad untuk tampil maksimal disetiap event yang diikutinya.

"Nggak mungkin pada event sebesar ini saya tidak menginginkan yang terbaik, jelas itu target atlet manapun," katanya.

Atlet yang telah empat kali mengikuti Asian Games itu mengaku tetap bertarung habis-habisan meski lawan yang dihadapinya di bawah angkatannya, termasuk Lin Dan yang menjadi musuh bebuyutannya di berbagai event.

Taufik seolah gerah dikatakan sebagai atlet "tua" yang masih berlaga, namun ia menyebutkan tidak adanya pemain muda Indonesia yang bisa meladeni Lin Dan dan yang lainnya memaksanya tetap menjadi harapan yang diunggulkan meraih medali.

"Seharusnya Simon (Santoso) dan Sony (Dwi Kuncoro) yang teman seangkatan mereka bisa main di situ, namun saat ini saya masih tetap harus diunggulkan," katanya.

Terkait peluangnya untuk mengatasi Lin Dan, atlet China yang kemungkinan akan dihadapinya di semifinal, Taufik menyatakan tetap akan berusaha meski ia kalah pada saat bertemu di semifinal beregu putra yang akhirnya harus puas dengan medali perunggu.

"Kami sudah saling ketemu, dan bukan berarti dia tidak bisa dikalahkan," kata peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 ini.