Showing posts with label Coach. Show all posts
Showing posts with label Coach. Show all posts

11/28/10

Kisah Telenovela Kedekatan Taufik Hidayat dan Pelatihnya (2/habis)

NYARIS PINDAH KE SINGAPURA

Taufik Hidayat memang seorang atlet besar. Segala berita tentang kehidupannya selalu menarik dikupas. Termasuk kuatnya hubungan dengan pelatihnya, Mulyo Handoyo. Dia pula yang meneruskan tradisi emas olimpiade cabang bulutangkis bagi Indonesia di Athena. 

          Angin perubahan di kepengurusan PB PBSI turut mengubah perjalanan nasibTaufik. Ketika Chairul Tanjung naik menggantikan posisi Subagyo pada akhir Desember 2001, nasib Taufik menemui titik terang. Setelah resmi menjabat sebagai bos baru PB PBSI, Chairul langsung bergerak cepat. Pada awal 2002, Chairul mengontak Asosiasi Bulutangkis Singapura (BSA) untuk meminta Taufik kembali ke Indonesia. Melalui diplomasi kelas tinggi dengan dimediatori federasi Bulutangkis Internasional (IBF), Taufik kembali lagi ke Indonesia. "Pengurus baru PBSI meminta saya kembali. Saya pun akhirnya memutuskan kembali bermain untuk Indonesia. Saya bangga bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia," kata Taufik.

          Cerita tentang Taufik belum berakhir. Setelah kembali dari Singapura, Taufik tidak memiliki pelatih beberapa saat. Hingga kemudian PBSI menunjuk Joko Supriyanto untuk melatih sementara. Namun, Taufik sering terlibat cekcok dengan Joko hingga akhirnya keduanya berpisah. Taufik kembali tidak memiliki pelatih.

          Pada Februari 2004, kontrak Mulyo berakhir dengan Singapura. Dengan cepat, Chairul langsung menggaet Mulyo untuk kembali melatih Taufik. "Saya berlatih sendiri di Cipayung bersama pelatih lain ketika tidak punya pelatih. Kini saya senang bisa bersama pelatih lama saya Mulyo," cetusnya.
Bagaimana dengan Mulyo?, Mulyo mengaku senang dan tidak mengambil pusing dengan cerita-cerita yang beredar mengenai begitu dekat hubungannya dengan Taufik. Mulyo pun mengaku tidak ada resep khusus untuk meredam sifat Taufik yang sering dianggap melakukan hal-hal yang kontroversial. "wartawan yang selalu membesar-besarkan. Saya pribadi selalu menganggap Taufik sebagai manusia biasa yang bisa menentukan jalan hidupnya sendiri. Saya hanya mengarahkan dan berusaha mengerti apa yang menjadi masalah," ungkap Pria kelahiran Semarang.

11/26/10

Kisah Telenovela Kedekatan Taufik Hidayat dan Pelatihnya (1)

TAK TERPISAHKAN KECUALI ADA YANG MEMAKSA

         Taufik Hidayat memang seorang atlet besar. Segala berita tentang kehidupannya selalu menarik untuk dikupas. Termasuk kuatnya hubungan dengan pelatihnya, Mulyo Handoyo.


Taufik Hidayat dan Mulyo Handoyo
          Bak sebuah kisah telenovela dalam dunia olahraga Indonesia. Sebuah drama yang benang merahnya mengisahkan kedekatan antara pahlawan bulutangkis Indonesia, Taufik Hidayat dengan pelatihnya, Mulyo Handoyo. 

         Faktapun menunjukkan, di situ ada Mulyo, maka di situlah Taufik berada.  Keduannya tak dapat diceraikan. “Saya dan pelatih Mulyo Handoyo tidak dapat dipisahkan kecuali ada pihak yang memaksa kami harus berpisah,” tutur Taufik mengomentari kuatnya jalinan hubungannya dengan sang pelatih. Taufik menuturkan, sosok Mulyo adalah segala-galanya. Taufik menganggap Mulyo bukan sekedar seorang pelatih yang hanya mencecokinya dengan seabrek teori dan strategi bermain bulutangkis. Bagi Taufik, seorang Mulyo sudah dianggapnya sebagai orang tua selain orang tua kandungannya di Bandung. “Dia (Mulyo) sangat penting dalam karir saya. Dia seperti orang tua kedua bagi saya. Dialah orang yang mengerti siapa saya sebenarnya. Sungguh, sulit sekali berpisah dengannya.” Ungkap Taufik sambil berusaha mengusap air matanya yang tiba-tiba sudah berkumpul disudut kedua matanya.

         Drama kedekatan Taufik dengan pelatihnya bukan rahasia umum lagi bagi penggemar bulutangkis nasional. Bahkan, kisah itu juga terdengar public bulutangkis dunia. Hingga tak heran bila wartawan bulutangkis manca selalu menjadikan kisah tersebut sebagai bahan tulisan yang tidak ada habis-habisnya untuk dikupas.

          Romantisme hubungan atlet dan pelatih seperti Taufik dan Mulyo tidak berbeda jauh dengan cerita cinta kuno Romeo dan Juliet karya sastrawan Inggris yang tersohor, William Shakespare. Hanya, kata cinta dalam hubungan Taufik dan Mulyo bukan sebagai cinta sesama lelaki. Kata cinta dalam hubungan Taufik dan Mulyo tak lain seperti ayah dan anaknya. “Dia benar-benar bisa memahami pribadi saya luar dalam,” ujar Taufik peraih medali emas Olimpiade Athena 2004.

         Telenovela Taufik dan Mulyo mulai terajut pada 1997. Pada tahun itulah Mulyo mulai menangani Taufik yang kali itu masih berusia 16 tahun. Sebelumnya, saat masih kecil, Taufik sempat dipoles mantan bintang bulutangkis Nasional, Lie Sumirat. Nah, bakat alam Taufik kian terasah saat dipoles Mulyo. “Saya semakin tahu bagaimana bermain bulutangkis yang benar saat dilatih Mulyo,” kenang pemain kelahiran Pengalengan, Jawa Barat tersebut.

         Kuatnya magnet hubungan itu kian tampak takkala tenaga Mulyo tidak dipakai lagi oleh Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) di Pusat Bulutangkis Indonesia (PBI) di Cipayung Jakarta Timur pada 2001 lalu. Pada 2002, Mulyo dikontrak Singapura selama dua tahun.

          Nah. Seperti anak ayam kehilangan induknya, sepeninggal Mulyo, sifat asli Taufik yang pemberontak sulit dikontrol. Dia beberapa kali terlibat beda pendapat dengan pengurus PBSI. Kondisi itu membuat Taufik tak betah di Cipayung. Hingga akhirnya dia memutuskan mengikuti jejak gurunya ke Singapura. “Pada waktu kepengurusan PBSI yang lama (masih dipimpin Subagyo H.S), saya memang banyak masalah. Prestasi saya turun naik hingga pada akhirnya saya memutuskan meninggalkan Indonesia dan mengikuti pelatih saya Mulyo ke Singapura,” terang Taufik. (to be continue ^_^)

PELATIH DAN PRESASI BESAR TAUFIK

Taufik memang memiliki bakat hebat. Ibaratnya ditangani siapa pun, dia tetap bakal jadi juara. Siapa saja pelatih dan prestasi apa yang pernah diukirnya?

LIE SUMIRAT (1988-OKTOBER 1996)
1994 (Juara Aqua Master, Finalis Aqua Trophy)
1995 (Juara Piala Aqua, Juara Sirkuit SGS, Juara Piala Suryanaga, Finalis Jakarta Terbuka Internasional)
1996 (Juara III Sirkuit SGS, Juara Piala Suryanaga)

MULYO HANDOYO (NOVEMBER 1996-JUNI 2001) ; (FEBRUARI 2004-SEKARANG)
1997 (Juara Jerman Terbuka Junior, Juara Kejuaraan Asia Junior)
1998 (Juara Brunei Terbuka, Juara beregu putra Asian Games XIII (Bangkok))
1999 (Juara Indonesia Terbuka, Juara Piala Asia (beregu), Finalis All England, Finalis Singapura Terbuka)
2000 (Rebut Thomas Cup (Kuala Lumpur), Juara Indonesia Terbuka, Juara Malaysia Terbuka, Juara Kejuaraan Asia JVC, Finalis All England)
2001 (Finalis Piala Sudirman (Sevilla), Semifinalis Kejuaraan Dunia)

Mulyo dan Taufik
2004 (Juara Olimpiade Athena, Juara Indonesia Terbuka, Semifinalis Jepang Terbuka, Semifinalis Thomas Cup, Juara Kejuaraan Asia)
2005 (Juara Singapura Terbuka, Juara Kejuaraan Dunia XIV)
2006 (Semifinalis beregu Putra Asian Games XV (Doha), Juara Perorangan Asian Games XV (Doha), Finalis Japan Terbuka, Juara Djarum Indonesia Terbuka)
2007 (Finalis Piala Sudirman, Juara Nakhon Ratchasima SEA Games, Juara Asian Continental Championships, Finalis Jepang Terbuka, Finalis Chinese Taipei Grand Prix Gold, Finalis Macau Open Grand Prix Gold)
2008 (Semifinalis Piala Thomas, Juara Macau Terbuka, Finalis French Open, Semifinalis Hongkong Super Series, Semifinalis Super Series Masters Final)
2009 (Semifinalis All England, Juara India Terbuka, Finalis Indonesia Terbuka, Juara US Terbuka, Semifinalis Kejuaraan Dunia, Semifinalis Macau Terbuka, Semifinalis Taipei Grand Prix, Finalis Jepang Terbuka, Finalis French Open)
2010 (Juara  SCG Thomas&Uber Cup 2010 Preliminary Asia Zone, Juara Proton-BWF TUC Finals (Kuala Lumpur, Finalis Djarum Indonesia Open Super Series, Semifinalis Yonex-Sunrise Malaysia Open Grand Prix Gold, Juara Yonex Canada Open Grand Prix, Finalis Yonex BWF World Championship, Juara Indonesia Grand Prix Gold, Finalis Denmark Super Series, 
Semifinalis Beregu Putra Asian Games XVI (Guangzhou))
Joko Suprianto
JOKO SUPRIANTO (JULI 2001-AGUSTUS 2003)

 2001 (Juara Singapura Terbuka)
2002 (Rebut Thomas Cup (Guangzhou), Juara Taiwan Terbuka, Juara Indonesia Terbuka, Juara Perorangan Asian Games XVI (Busan), Juara Batam Master, Finalis Kejuaraan Asia JVC (Bangkok))
2003 (Juara Indonesia Terbuka (Batam))



KURNIAHU (SEPTEMBER 2003-OKTOBER 2003)
2003 (Finalis Kejuaraan Asia JVC (Jakarta))